Jumat, 03 April 2020

PEMBELAJARAN DARING DI DALAM KETERBATASAN


Di Era 4.0 ini, internet merupakan satu hal yang sangat dibutuhkan. Dimana internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu bahkan berjuta jaringan komputer baik secara lokal maupun dalam bentuk jaringan. Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar mengajar di sekolah, internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan siswa sebagaimana yang disyaratkan dalam proses pembelajaran.

Dalam menghadapi perkembangan tekhnologi yang berkembang saat ini, guru dituntut untuk selalu berinovasi dalam menyampaikan materi – materinya kepada siswanya.  Dalam dunia pendidikan, ada yang berkaitan dengan pencapaian belajar, yaitu pembelajaran daring atau secara online. Dimana dalam sitem pembelajaran tersebut, guru dapat memberikan materi pelajaran baik secara virtual maupun modul, kemudian dilanjutkan oleh penugasan dengan waktu yang ditentukan.

Namun, tidak semua menganggap bahwa pembelajaran daring ini merupakan suatu keuntungan, ada pula yang menganggap sebagai tantangan. Karena tidak semua guru mampu untuk melaksanakan pembelajaran daring ini karena masih “gaptek” atau gagap teknologi. Umumnya ini dirasakan oleh guru yang sudah terlampau lama mengajar sehingga masih mengedepankan metode pembelajaran tradisional.

Setiap kemajuan selalu ada kendala yang menyertainya, karena itu berkaitan dengan faktor pendukungnya. Slah satunya adalah, yang dialami oleh  peserta dari NTT. Pertanyaan beliau adalah : "selamat malam bapak, sekolah saya di pelosok  listrik hanya menyala pada malam hari,.. untuk jaringan internet juga tidak stabil... pembelajaran dalam jaringan mudah2an bisa kami lakukan jika kondisi listrik sudah 24 jam, atau sinyal internet sudah stabil plus ada bantuan komputer atau minimal tablet lah dr pemerintah...,  apa yang bisa kami lakukan?" 

Setiap anggota yang aktif menjawab sesuai dengan versinya masing-masing, seperti dibawah ini :
v  Tidak perlu dipaksakan pembelajaran online kalau keadaan tidak memungkinkan. Kasih penugasan rumah saja. Kumpulkan saat masuk sekolah. Dan Fokus pada kesehatan, mendukung sepenuhnya program pemerintah tentang korona. Belajar sekedarnya saja, tidak perlu terlalu dikendalikan. Beri siswa kebebasan untuk belajar dengan caranya sendiri. Siapkan amplop - amplop materi, serahkan kepada ortunya... berikan satu amplop 1 hari tentang materi tersebut dan jadikan projeck

v  pembelajarannya  jaga kesehatan,  membuat laporan portofolio menuliskan menurut bahasa siswa,  materi yang telah dibaca, membuat mind map bacaan,  apapun bisa siswa diberikan tugas. dikumpulkan pas ketemu. apabila tak ada sarana listrik...pas ol infokan ke grup siswa.

v  membuat laporan  diari setiap hari. di kertas hvs.. tanggal 14-31. tentang apa yang dipelajari dirumah. Selama 14 hari aplikasi merdeka belajar...bisa dibuat inovasi. Saya teringat materi dari kepala pusat bahasa Gorontalo.Biarkan anak menulis, kalau sudah menulis sudah tentu nilainya 100 karena, memberi arti bahwa dia telah banyak membaca, Gak kebayang... soalnya saya sendiri mboos kuota,  kebayang kalo gitu... gimana cara nya ya?? Pake pinisi edubox?

v  Saya akan perjuangkan Sarpras tersebut ada di daerah saya, Listrik melalui PLN atau kementerian ESDM , Minimal tenaga Surya, Untuk  internet akan di upayakan antena satelit, Demikian jawaban sementara Om.Jay

v  Itu tantangan utk menciptakan sumber listrik mandiri dari tenaga surya (jangka panjang-ga bisa instan)

v  Menurut pendapat saya, kita tidak usah memaksakan diri utk melakukan pembelajaran daring bila belum siap. Baik itu siap dr sarananya (listrik, alat - alat TIK, dan jaringan), dan belum siap karena kompetensi guru dlm menggunakan TIK masih terbatas. Pembelajaran daring adalah salah satu opsi. Bukan satu - satunya.

v  pembelajarannya  jaga kesehatan membuat laporan portofolio menuliskan menurut bahasa siswa materi yang telah dibaca, membuat mind map bacaan,  apapun bisa siswa diberikan tugas. dikumpulkan pas ketemu. apabila tak ada sarana listrik, pas ol infokan ke grup siswa. Membuat laporan  diari setiap hari. di kertas hvs.. tanggal 14-31. ttg apa yg dipelajari dirumah

v  Menurut saya untuk kebutuhan listrik memang berat, kecuali sudah ada alternatif sumber energi yg tidak bergantung pada pemerintah. Pernah lihat di TV ada wanita pelopor energi alternatif yg sudah keliling dunia, tetapi persisnya dari mana lupa. Untuk tablet sebetulnya bisa menggunakan dana bantuan pemerintah yang tahun ini dinaikkan nominalnya. Tentu saja setelah pembiayaan guru honorer sudah terpenuhi secara optimal dan maksimal. Dengan catatan tidak ada lagi sulap menyulap SPJ ataupun mark up anggaran/pembelanjaan.

v  Menggunakan wifi tanpa jaringan internet, juga sangat membantu. Bisa juga dengan metode kaya' kita sekarang di grup ini. Kita menggunakan WA Group. Dan membeli genset utk solusi masalah Listriknya. Juga ada yang mengusulkan sarpras surya panel, lebih ekonomis, rakit sendiri lihat di youtube.

v  Tidak semua anak di sekolah saya yang orang tuanya memegang hp android, jadi ketika sekarang ada libur 2 minggu saya kasih tugas tiap hari lewat WA dengan mencantumkan hari dan tanggal dan meminta tolong agar temannya memberitahukan teman yang tidak punya hp tersebut. Tugas tentunya materi yang sudah dipelajari.

v  Betul, kami yang dipelosok negeri belum ada apa-apa, tahun lalu sudah ada bos afirmasi tetapi sampai saat ini belum ada info bos afirmasi cair atau dananya dikembalikan. Atau temui Pemerintah kabupaten, OPD kominfo, ESDM, PLN, Minta saran terbaik dari para ahli disana, saran yang lengkap dan bisa di wujudkan, agar PBM yang diharapkan bisa terselenggara.

v  Anak menulis pakai buku tulis yang ada, biarkan mereka berkarya...apapun tulisan mereka beri penghargaan, berikutnya akan lebih bagus lagi. Menurut saya tetep tidak efektif, apalagi medianya hanya menggunakan chat whatsapp, karna konsentrasi anak akan jauh berbeda dengan ketika tatap muka.

v  Peran guru sangat diharapkan. Karena internet hanya malam, satu materi yang akan diajarkan di download dulu. Jadi ketika di kelas sudah bisa di sampaikan secara off line. Pembelajaran secara online. Karena internet hanya pada MLM. Kita bisa pembelajaran secara online MLM hari. itulah kemudahan teknologi tak ada lagi batasan waktu dan jarak.semua bisa dikafer. Tergantung kreatifitas dan bagaimana kita menyikapi sebuah kekurangan

v  ajukan proposal untuk program CSR kebeberapa perusahaan, ad bbrp yg mw suport full ttg peningkatan fasilitas sekolah, bahkan sampai proses penjaminan mutu sekolah.

v  Jika sarana pendukung (listrik,koneksi internet,komputer/lptop) sudah  siap langkah selanjutnya adalah mempersiapkan guru-guru yang akan menyampaikan materi secara daring.komunikasikan media apa yg cocok digunakan. Apakah pakai aplikasi e-learning yang sudah ada atau media lain yang dirasa mudah diterapkan.

v  Pembelajaran dalam jaringan saat ini sangat penting diterapkan.terutama untuk situasi-situasi tertentu. Buat form lembar tugas , ala agenda ramadhan, bagikan kepada siswa, Jika tidak ada perangkat. Hal yang perlu di lakukan mengajukan proposal untuk mohon bantuan kepada pemerintah minimal dinas pendidikkan untuk ikut membantu demi kemajuan pendidikkan dan berkualitas.

v  Siswa bisa belajar computational thinking, materinya ada di buku Informatika yang diterbitkan Penerbit ANDI Yogyakarta.

v  Saya setuju sarana & pra sarana sangat dibutuhkan utk pembelajaran daring apalagi daerah yg belum terjangkau internet perlu dipersiapkan oleh pemerintah/masyarakatnya terlebih dahulu.

v  mkasih Kesempatannta Om J. menurut pengamatan dan pengalaman lama, ada 3 cara yg dpt ditempuh: 1. Japen 2 jamen dan 3. Japang. Japen: libatkan pemuka kampung/ msy kaya dg infak wajib 1 HP   untuk mendanai satu rumah warganya yg sekolah. 2. Dengan menjalankan sumbangan sukarela ke perantau Maluku di luar daerah di perkumpulannya. 3. jangka panjang, pembrrdayaan warga kampung sendiri dengan sistem simpanan bajapuik berupa beras genggam atau uang recehan, di gabung perpekan lalu dibelikan hp dg sistem arisan . cara pertama telah dilakukan oleh pemuka msyrkt  Pandam Gadang suliki di saat membiayai kuliahnya Tan Malaka ke Belanda, atas usul Bu Horensma, nama yayasan itu Engkufonds..

v  Apakah siswa sebagian besar punya HP? Jika YA : Berikan tugas membuat vlog 5 menit apa saja yg mereka pelajari sesuai materi per hari. Bentuk tugas bisa individu/kelompok. File video dikumpulkan ketika masuk sekolah. Jika TIDAK : Siswa diminta mengumpulkan resume/mind mapping materi per hari di selembar kertas/di buku catatannya.

v  Saya mencoba menceritakan pembelajaran yang digagas sekolah TK anak saya: sekalipun ditempat kami berada saat ini listrik dan jaringan cukup baik, namun kondisi ekonomi yang beragam membuat pembelajaran daring sulit untuk dilakukan. Solusi dari sekolah adalah memberikan cetak tugas kepada orang tua, dan orang tua diminta bekerjasama mengatur ritme belajar siswa. Demikian pengalaman yang saya peroleh dari sekolah anak saya.

v  Ditempat saya banyak sekolah dan sd, smp, dan sma yg tidak terjangkau oleh sinyal enternit d listrik.. Tetapi dtahun 2019 mereka jg bisa melaksanakan unbk... Dengan adanya kontrak pemda dengan pln d TELKOMSEL... Daerah saya Balangan kaya dengan tambang batubara..

v  Kalau menurut saya...kita harus memperhatikan karakteristik siswa. Contohnya di sekolah saya tidak semua siswa punya HP...kadang ada yg punya HP namun paket datanya tidak ada... Karena  perekonomian kita yg berbeda beda. Kita tidak bisa memaksakan satu metode ke semua siswa...dan juga kita harus bersikap adil.

v  Apalagi mengingat hanya d liburkan selama 2 minggu...kurang lebih kita hanya kehilangan 2-3   kali pertemuan... Biarlah siswa belajar dengan cara mereka sendiri... Cukup hanya pemberian tugas/pr utk memperdalam materi yg telah lalu.

v  menurut saya cara yg paling efektif adalah dengan membuat kumpulan lembar kerja peserta didik untuk setiap harinya. karena pengalaman stelah sehari ini mengadakan kelas virtual masih ada beberapa siswa dan orang tua yg belum memberikan perhatian terhadap tugas online yg diberikan.

v  Saya kab.Balangan..Kalsel.. Kab. Baru dresmikan.. Dekat dengan wacana ibu kota pindah.. Itu sekitar  30 km dari tempat saya.. Dtempat saya masih banyak masyarakat nya yg tdk tersentuh dgn pendidikan.. Aparat d pegawai nya rata 2 pendatang.. Bahkan hampir sama 80 persen dari jawa..

v  Kebetulan ditempat kami jaringan internet lumayan stabil tp  sarana tdk memadai. Tdk semua wali murid punya HP jd utk pembelajaran daring kita kesulitan.  Solusi yg kita ambil  memberikan tugas utk d kerjakan d rmh.

v  Menurut saya,,, saya juga mengajar didaerah yg jaringan boleh dikatakan tidak ada,,, hal yang saya lakukan adalah saya bekerjasama dg orang tua,,,, meminta orang tua memantau anaknya dalam belajar,,, buku belajar saya berikan ke anak, setiap hari anak menulis informasi  penting yg terdapat pada bacaan yg dibacanya dg bahsa sendiri,,, sehingga 12 hari libur berarti siswa tetap belajar,,,namun setiap hari kita kontrol orang tua dg nelfon atau sms,,,, karna ada sebagian orang tua hp nya tidak ada wa,,,memang butuh usaha dan pengorbanan,,, nanti kalo sudah skolah kita lihat semua tugas siswa,,, mana yg rasanya kurang dipahami anak, itu yg kita diskusikan,,,

v  Menurut saya guru merencanakan dulu tugad yg akan diberikan. Dan fi share lewat WA.  Jika tdk punya hp diberitahu teman yg rumahnya dekat ( sebagai pendidikan karakter.) Peserta didik mengerjakan tugas.  Dan dikumpulkan jika sudah masuk sekolah. Jika listrik tdk ada. Datang ke tetangga terdekat. Dan minta ijin yang punya listrik dan jaringan Wi-Fi . Untuk menyelesaikan tugas. Karena ekonomi peserta didik berbeda antara satu dengan yg lainnya.

v  Hhmm..iya bu saya lupa mempertimbangkan yg SD. Walaupun demikian menurt saya juga tidak perlu dipaksakan merekan utk belajar...apalagi masih SD..mnurt perkembangannya...meman masa2 mereka sangat gemar utk bermaian...apak efektif jika digunakan metode daring ke mereka?

v  Kalau di saya tidak efektif. Karena gurunya saja tidak paham tentang pembelajaran daring, sekalipun pakai WA. Apalagi siswanya. Latar belakang ortu sebagian besar petani. Yg punya HP android dalam satu kelas, paling 2 - 3 orang tua. Anak tidak punya sama sekali.

v  Anak didik bekerja sesuai hobinya permapel dalam bentuk karya keterampilan jadi dan bentuk laporan tertulis sederhana langkah kerjanya.

v  Metode daringnya lewat WA aja, diberi tugas orangtuanya juga ikut menyimak dan membimbing, kalau anak sudah menyelesaikan tugas dari guru orangtua langsung menandatangani.

v  Di daerah sy, kebanyakannya buku siswa tidak dibawa pulang oleh siswa. Ada bbrpa pertimbangan khusus. Termasuk raport juga. Disimpan di sekolah.

v  Belajar sambil bermain saya rasa masih efektif untuk anak di tingkat sekolah dasar.

v  Betul pak naf, kalau saya sengaja ngasih tugasnya lewat WA biar ortunya juga ikut berpartisipasi krn tugas saya usahakan tiap hari, sejauh ini walau masih satu hari orang tua selalu respon dan menyetor hasil tugas anaknya, tentunya ada tanda tangan ortunya, semoga lancar sampai 2 minggu kedepan. Dan ketika nanti masuk tugas anak-anak lengkap.


v  Nah, dengan situasi yg mendadak, & tidak semua punya gedget, WA & medsos yg bisa berpetualang di dunia maya, maka Bpk kepsek & kesepakatan bersama, 

v  semua guru langsung saat itu membuat penugasan yg bersifat pembelajaran dan bisa dikerjakan di rumah masing-masing peserta didik, tanpa hrs keluar rumah. 

v  Semua tugas yg berlangsung sesuai dengan rencana pembelajaran selama libur, dan sesuai jumlah jam mengajar.  Pembelajaran yg dilakukan ditulis atau diketik kemudian diserahkan kepada kurikulum. 

v  Kurikulum setelah terkumpul semua rencana pembelajaran yg dibuat oleh guru, untuk pembelajaran di rumah tsb, kemudian dishare ke wali kelas. Wali kelas menjelaskan & menginformasikan ke peserta didik, juga kepada wali murid di kelasnya. 

v  Tugas & materi pembelajaran  yang diberikan, boleh di rumah, bila telah selesai bisa langsung dikirim ke guru jika punya medsos. Lewat Whatsapp misalnya.

v  Hari ini saya sudah menerima banyak sekali tugas anak-anak yang telah selesai dipelajari & selesai dikerjakan. Ternyata tidak serumit yang ditayangkan. Anak – anak juga mudah memahami kondisi yg ada. Semoga sedikit memberi solusi bagi yg tidak punya internet.

Itulah jawaban dari beberapa anggota. Sekarang tinggal dipilih mana yang sesuai dengan kondisi sekolah kita, inilah yang disebut merdeka belajar. Gunakan teknologi yang ada dan tidak perlu harus yang canggih dan terbaru. Teknologi yang ada di depan mata kita bisa dikembangkan walaupun tanpa koneksi internet. Semoga para pendidik di Indonesia mampu bersaing secara global dan tak pernah melupakan hakikat guru yang sesungguhnya.



Sumber: https://sitifatonah2019.blogspot.com/
Repost : Ari Yunanda, S. Pd

Cara Menambahkan Link Blog Lain Pada Blog Kita

Cara Menambahkan Link Blog Lain Pada Blog Kita

Sebagaimana telah saya tulis pada postingan yang terdahulu bahwa keberadaan link sangat penting dan search engine Google sangat menghargainya dengan memberikan peringkat atas bagi link yang relevan dengan hasil pencarian. Menyadari hal ini maka berlomba-lombalah para blogger untuk menampilkan linknya pada blog atau situs orang lain sebanyak-banyaknya. Bermacam cara dan trik mereka lakukan, mulai dari memberikan komentar pada blog lain dengan menyisipkan link padanya serta juga dengan menawarkan saling tukar link dengan blogger lainnya.

Sebenarnya saya tidak ada niatan untuk menulis postingan seperti di atas. Tapi karena banyaknya pertanyaan mengenai cara menambahkan link blog orang lain ke blog milik sendiri, maka saya pikir lebih baik menjawabnya dengan sebuah postingan baru aja. Saya pikir ini ide yang bagus, hehehe!

Baiklah, langsung aja jangan banyak bicara lagi. Saya akan memulai dengan cara menambahkan link pada blog wordpress:

  -   Masuk ke dashboard WP dan pada sebelah kiri klik tulisan links – add New.
  -   Pada kotak isian name, silakan isi judul blog teman yang akan kamu tambahkan pada blog kamu.
  -   Pada web address silakan isi alamat blog tersebut dengan dimulai pakai http://.... 
  -   Dan pada description silakan tulis deskripsi blog tersebut.
  -   Agar bisa tampil dengan judul kategori khusus, klik add new category dan isi sesuai dengan link apa yang akan anda tambahkan, misalnya saja link blog teman. Dan klik tulisan add. Klik add lagi pada sebelah kanan atas untuk mempublishnya.
    Selesai.

Cara Menambahkan Link Pada Blogger:
  -  Silakan masuk ke dashboard
  -  Klik tata letak – tambah gadget – Pilih daftar link
  -  Beri judul dengan link blog teman atau terserah anda.
  -  Setelah anda mengisi semua kotak isian lalu klik tulisan ‘tambahkan tautan’.
  -  Klik simpan.
    Selesai! Silakan lihat hasilnya.

Mudah, bukan?

Selamat mencoba.

Kamis, 02 April 2020

MENULIS SEMUDAH BERBICARA, BUKTIKAN SENDIRI



“Saya ingin menulis di blog, tapi seringkali tidak ada waktu. Apalagi sebagai ibu rumah tangga yang sibuk juga mengajar online, rasanya sulit sekali membagi waktu. Kadang – kadang, ide datang di saat yang tidak tepat. Misalnya saat mendampingi anak belajar, bahkan saat mencuci piring dan memasak. Saya berusaha menuliskannya setelah saya menyelesaikan semua kewajiban, namun akhirnya ide yang tadi sudah tidak bisa diingat lagi dan saya pun gagal menulis.”
(Anonym – guru blogger pemula)

Apakah Anda juga pernah mengalami hal seperti di atas ? Anda sangat ingin menulis, namun gagal dalam menulis hanya karena ide yang tidak segera ditulis. Ataukah Anda juga pernah mengalami kebuntuan ide saat menulis ?

Setiap penulis pemula, pasti pernah mengalami kendala dalam menulis. Namun, tidak semua penulis pemula yang berusaha bangkit dan terus menulis. Kebanyakan mulai patah arang dan akhirnya blog yang sudah dibuatnya menjadi tidak berisi lagi.

“Saya bisa berbicara banyak, namun saya tidak bisa menulis. Setiap kali saya menulis di laptop, saya kehilangan focus dan terus menerus menghapus tulisan saya.” Kata seorang sahabat saya yang juga sama – sama mencoba menjadi blogger pemula.
Terus terang, penulis juga merasakan hal yang sama. Lebih mudah berbicara secara lisan dibandingkan dengan menulis sebanyak satu atau dua paragraf. Tetapi penulis tetap berusaha menjaga konsistensi dalam menulis. Setidaknya satu artikel dapat diposting di blog setiap hari.

Dalam kegiatan belajar menulis gelombang 4 tadi malam, Om Jay menghadirkan Ibu Sri Melni. Beliau memperkenalkan sebuah aplikasi untuk menulis, yaitu Writer Plus. Dengan tag line nya “menulis semudah berbicara”, Ibu Sri Melni menjelaskan langkah – langkah pemanfaatan aplikasi Writer Plus untuk menulis.


Berikut ini adalah langkah – langkahnya :


1.    Instal aplikasi writer plus dari playstore



2.    Buka aplikasi tersebut
          Klik ikon “+” di ujung kiri bawah tampilan aplikasi

3.    Klik Microphone di keyboard HP

4.    Mulailah berbicara dan lihat hasilnya
5.    Jika tulisan itu mau dibagikan, klik titik tiga yang ada di bagian kanan atas

6.    Ubah format tulisan menjadi bentuk Text

7. Pilih tujuan share (WA, email, dll) dan lakukan swa editing sebelum tulisan itu dibagikan. 


Aplikasi ini sangat simple untuk digunakan. Apalagi jika kita mau menulis sambil melakukan aktivitas yang lain, seperti : berjalan, tidur – tiduran atau aktivitas lainnya, atau jika kita ingin menulis di mana saja, aplikasi ini juga dapat digunakan. Saat menumpang KRL, misalnya, kita tetap dapat menulis tanpa perlu mengetik di laptop setiap saat, seperti imbauan dari Om Jay, “Menulislah setiap hari dan dapatkan keajaibannya.”

Nah, tunggu apalagi, yuk instal aplikasi Writer Plus lalu buktikan sendiri bahwa semua orang bisa menulis dan menulis itu semudah berbicara. 

Berikut ini adalah langkah – langkahnya :


1.    Instal aplikasi writer plus dari playstore



2.    Buka aplikasi tersebut
          Klik ikon “+” di ujung kiri bawah tampilan aplikasi

3.    Klik Microphone di keyboard HP

4.    Mulailah berbicara dan lihat hasilnya
5.    Jika tulisan itu mau dibagikan, klik titik tiga yang ada di bagian kanan atas

6.    Ubah format tulisan menjadi bentuk Text

7. Pilih tujuan share (WA, email, dll) dan lakukan swa editing sebelum tulisan itu dibagikan. 




Aplikasi ini sangat simple untuk digunakan. Apalagi jika kita mau menulis sambil melakukan aktivitas yang lain, seperti : berjalan, tidur – tiduran atau aktivitas lainnya, atau jika kita ingin menulis di mana saja, aplikasi ini juga dapat digunakan. Saat menumpang KRL, misalnya, kita tetap dapat menulis tanpa perlu mengetik di laptop setiap saat, seperti imbauan dari Om Jay, “Menulislah setiap hari dan dapatkan keajaibannya.”

Nah, tunggu apalagi, yuk instal aplikasi Writer Plus lalu buktikan sendiri bahwa semua orang bisa menulis dan menulis itu semudah berbicara. 



Info Internet Gratis April 2020


Rabu, 01 April 2020

Takuik Taimpik

KOLABORASI

Banyak orang yang tidak dapat maju karena takut bersaing atau istilah minangnya 'takuik taimpik'. Sementara di zaman sekarang yang diperlukan adalah kolaborasi, disediakan dalam membangun nagari. Tidak semua hal bisa kita lakukan sendiri, kita harus berurusan dengan orang lain untuk berkolaborasi.

Ka mudiak sa antak galah, ka hilia sarangkuah dayuang. Sasuai lahie jo bathin, sasuai muluik jo hati

Senin, 30 Maret 2020

MENDUNG KAN BERAKHIR

#COVID_19 :

MENDUNG KAN BERAKHIR

🌴🌴🌴
Setiap orang kan mati, bila tidak dengan virus Covid 19, maka dengan hal yang lain. Bila hari ini kau selamat dari sebab kematian, mungkin esok, atau lusa. Bila kau lepas dari kejaran maut siang ini, mungkin nanti sore, malam atau besok pagi.

Hidup ini takkan kekal, bumi tempatmu berpijak tak abadi, hari ini kita melanglang buana menyisiri segala macam jalan diatasnya, entah esok atau lusa, kita kan mendekam di dalamnya.

Virus Corona datang untuk mengajarimu bahwa, kematian itu bisa datang begitu cepat menjemputmu, agar kau bersiap-siap selalu untuk menyambutnya.

🌴🌴🌴
Semua pintu-pintu dunia telah ditutup untukmu, mulai dari pintu masjid, pintu pasar, pintu sekolah, pintu kampus dll, ada satu pintu yang masih terbuka lebar untukmu yaitu pintu taubat.

Titik permasalahan bukanlah kapan dan bagaimana kau mati, inti masalah adalah bagaimana agar kau mati dalam kedaan husnul khotimah, dalam taubat dan amal sholeh, dalam ketaatan pada Tuhanmu.

🌴🌴🌴
Katakan kematian yang Engkau berlari darinya,sesungguhnya ia kan datang menemuimu, kemudian Kalian akan di Kembalikan pada Zat Yang Maha mengetahui segala yang ghoib maupun yang tampak, dan akan memberitahukan kalian tentang apa yang kalian lakukan. Qs: Aljumuah: 8.

Aku tak bermaksud mengajakmu pesimis menatap badai Corona yang sedang melanda ini, bukan pula memerintahkanmu untuk meratap dan bersedih menunggu kematian.

🌴🌴🌴
Tetaplah berusaha maksimal mengambil sebab, berikhtiar, menjaga jarak untuk sementara hubungan sosial, menghindari keramaian, selalu mencuci tangan, banyak berdiam di rumah, mengkonsumsi vitamin E dan C selalu. Bila semua prosedur telah kau lakukan, maka bertawakkallah pada Allah, dan katakan “tidak akan menimpa kita kecuali apa yang Allah tetapkan untuk kita, dan Dialah Tuan penjaga dan pemelihara kita”

Pastikan awan covid 19 yang berarak membawa mendung kematian, kan segera berlalu, pintu-pintu masjid kan segera kembali di buka, ka’bah kan kembali dikunjungi, kajian-kajian kan kembali semarak.

🌴🌴🌴
Duhai Tuhan Yang Pengasih dan Penyayang, ampuni kami dengan segala dosa-dosa kami, jangan haramkan kami untuk kembali bersujud di rumah-rumahMu, menimba ilmu di masjid-masjidmu, berthowaf dan bersa’i di Mekah dan Madinah yang kau Sucikan.

Batam,4 Sya’ban 1441/ 28 Maret 2020

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Reposted by :  👥 Grup wa manhaj salaf.

Sabtu, 21 Maret 2020

Pencegahan corona berbasis Nagari



Pencegahan Corona berbasis Nagari
Beberapa rancangan kegiatan dalam rangka mensukseskan upaya pemerintah daerah dalam menghadapi pandemik, maka ada 2 Bentuk kegiatan yang dipandang perlu dilakukan oleh pemerintah nagari bersama segenap masyarakat, yaitu berupa Preventif dan Kuratif. Berikut beberapa mindmap awal yang perlu di rumuskan lagi

SIAPA (WHO)
Terdiri dari unsur-unsur
1.Pemerintah Nagari
2.KAN
3.Pemuda
4.Babinkamtibmas
5.Sekolah
6.Ormas
7.Parpol
8.PT/CV
9.DKM Masjid

APA ( What)
1. Menyusun SOP Preventif dan Kuratif.
2. Menyusun tim pelaksana SOP
3. Melaksanakan sesuai SOP
4.Mengevaluasi

WHERE (Dimana)
1. Membuat posko
2.Melaksanakan Preventif seperti desinfektan dll sbgnya di lingkungan rumah masing-masing, Masjid, sekolah, pasar, dll
3.Mengambil langkah untuk pengobatan seperti merujuk dll
4.mengoptimalkan rehabilitasi tempat tempat yang di duga rawan untuk penularan bibit penyakit

KENAPA (Why)
1. Melihat potensi bahaya nya perlu upaya bersama
2.Membangun kesadaran segenap masyarakat Nagari
3.Memastikan bekerja nya sistim menghadapi pandemik oleh pemerintah daerah

WHEN (Kapan)
1. Sesegera mungkin di susun jadwal pelaksanaan program, dengan rinci, detail dan jelas

HOW (Bagaimana)
1. Raker segenap tim di Nagari dengan bimbingan ahli dan grup komunikasi khusus (WhatsApp Grup) untuk penanganan kasus covid
2. Pemetaan Sumberdaya yang ada
3. Perencanaan pelaksanaan program kerja beserta tim kerja kegiatan
4. Pelaksanaan kegiatan

Buletin Jumat Menyikapi Virus Corona Covid-19, silahkan download di link berikut klik

Petunjuk Penting Seputar UN 2020


Surat EdaranKemendibud Nomor 3 tahun 2020.


"Pelaksanaan UN 2020 tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," tegas Plt. Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perbukuan, Totok Suprayitno kepada media di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (11/03/2020).


8 ketentuan khusus UN

Beberapa ketentuan khusus terkait pencegahan sebaran wabah corona saat UN 2020 diatur sebagai berikut:


1. Menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan, dan sebagainya) satu sama lain sebelum, selama, dan sesudah ujian.


2. Mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol sebelum dan sesudah ujian.


3. Tidak memaksakan hadir di sekolah bagi yang memiliki keluhan sakit dengan gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan atau sesak napas. Khusus peserta ujian agar tidak memaksakan mengikuti ujian dan dapat menggantinya pada waktu yang lain.


4. Memastikan ketersediaan alat pembersih sekali pakai di depan ruang ujian.


5. Membersihkan ruang ujian sebelum dan sesudah digunakan untuk setiap sesi UN. Pembersihan dilakukan menggunakan disinfektan untuk seluruh piranti yang digunakan oleh peserta UN, seperti handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), mouse, kursi, meja, dan alat tulis.


6. Memastikan pengisian daftar hadir UN terhindar dari potensi paparan Covid-19 antar peserta UN, antara lain menghindari penggunaan alat tulis yang dipakai bersama.


7. Tidak saling meminjam alat tulis atau peralatan lainnya.


8. Jika ditemukan warga sekolah yang mengalami gejala infeksi Covid-19 agar kepala sekolah segera meminta yang bersangkutan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hirearki Peraturan Perundangan-undangan


Hierarki atau tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia merujuk pada Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan dan perubahannya yang terdiri atas:
1.Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2.Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat;
3.Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang;
4.Peraturan Pemerintah;
5.Peraturan Presiden;
6.Peraturan Daerah Provinsi; dan
7.Peraturan Daerah Kabupaten/Kota.

Sumber
https://m.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/cl4012/hierarki-peraturan-perundang-undangan-di-indonesia

Jumat, 20 Maret 2020

PP No. 17 Tahun 2020 : Guru dan Dosen Dapat Cuti Tahunan


Peningkatan kompetensi dan cuti adalah hak PNS. Pengembangan kompetensi adalah upaya untuk pemenuhan kebutuhan kompetensi PNS dengan standar kompetensi Jabatan dan rencana pengembangan karier dengan sistem pembelajaran terintegrasi.


Sedangkan cuti dilaksanakan untuk menjamin pemenuhan hak atas kesegaran jasmani dan rohani PNS.P PeraturanP Nomor 17 tahun 2020 tentang Perubahan Atas PP 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Februari 2020 di Jakarta oleh Menkumham Yasonna H. Laoly.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah terbaru nomer 17 tahun 2020  pada pasal  315 berdasarkan dari perubahan Nomer 11 tahun 2017 Bahwa Guru dan Dosen yang menjabat pada sebuah lembaga pendidikan berhak mendapat Cuti Tahunan.

Peraturan ini akan menjadi sesuatu yang baru bagi guru dan dosen. Mengingat selama ini hak cuti nya dibedakan dengan PNS lainnya.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download

Sedangkan surat edaran pelaksanaan cuti sesuai dengan SE 15/MK.1/2018 disini

Semoga bermanfaat

Ari Yunanda, S.Pd


Pertanyaan Penting Seorang Kaisar : Berapa Jumlah Guru Tersisa



Melihat guru seperti melihat harapan yang menjanjikan bagi dunia ini. Kita pasti ingat ketika hancur nya kota Nagasaki dan Hiroshima oleh bom Amerika. Jepang saat itu lumpuh total dengan korban meninggal mencapai jutaan, dan efek radiasi bom diperkirakan membutuhkan puluhan tahun untuk memperbaiki semuanya.

Kemudian Jepang terpaksa menyerah kepada sekutu, lalu Kaisar Hirohito mengumpulkan semua Jenderal yang masih hidup dan bertanya “Berapa jumlah guru yang tersisa?“.

Para jenderal menjawab dengan tegas kepada Kaisar bahwa mereka mampu menyelamatkan dan melindungi Kaisar tanpa bantuan guru. Lantas, Kaisar Hirohito  berkata, “Kita telah jatuh, karena kita tidak belajar. Kita kuat dalam senjata dan strategi perang. Tapi kita tidak tahu bagaimana mencetak bom yang sedahsyat itu. Kalau kita semua tidak bisa belajar bagaimana kita akan mengejar mereka?

Maka dikumpulkanlah sejumlah guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kota, karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu, bukan kepada kekuatan pasukan.” Penuh harapan.

Betapa bernilainya seorang guru di mata Kaisar. Jepang menjadi negara maju bangkit kembali hanya dalam kurun 20 tahunan, 50 tahunan lebih awal dari prediksi dunia. Sejarah ini menjadi bukti dan sebagai ilustrasi bahwa kemajuan sebuah bangsa, mutlak memerlukan peran guru

Meski gelar pahlawan tak di miliki nya, namun telah tersemat dengan gagahnya karena karya yang telah dilaksanakannya.

Membicarakan sosok seorang guru di mata dunia, di mata orang-orang sukses, di mata orang-orang pandai, sepakat bahwa tak ada pahlawan yang lebih berjasa bagi mereka selain guru. Berbicara tentang guru adalah berbicara tentang masa depan, ketika guru itu baik maka dapat diambil kesimpulan bahwa generasi-generasi yang baik dan merdeka dari segala kebodohan akan segera lahir. Generasi yang baik tersebut akan senantiasa memberikan kontribusi yang luar biasa bagi dirinya, keluarganya, bangsanya, serta negaranya.

Maka segala upaya dalam mensukseskan tugas guru adalah upaya yang  dipandang perlu mendapatkan perhatian bersama. Kebijakan anggaran yang cukup besar di sektor ini dengan pengalokasian seperlima dana  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kepentingan pendidikan menjadi alarm kesadaran semua pihak untuk benar-benar ikut memberikan perhatian besar pada urusan ini.

Kepedulian yang besar terhadap pendidikan dan masa depan anak bangsa oleh para pemimpin kita, merupakan sesuatu yang pantas di syukuri dan di apreasiasi dengan mentaati nya. Bahkan dalam menghadapi kasus penyebaran virus Corona Covid-19, dengan dipindahkan nya kegiatan belajar peserta didik ke rumah. Begitu juga dengan guru-guru yang memberikan bahan ajar via daring dari rumah nya saja. Fenomena Memberikan ini mengingat kan kita pada sebuah kaidah dalam ber-Agama "Bahwa menolak bahaya lebih didahulukan dari mengambil manfaat".

Anda Mungkin Mengidap Corona, Tapi Tidak Tahu



Mayoritas orang punya imunitas atau daya tahan tubuh yang baik. Tapi belum tentu mereka memiliki imun terhadap rasa takut. Terlebih lagi tanggungjawab pada orang lain.

Pencetus terbesar rasa takut: ketidaktahuan atau memproses informasi yang keliru.
Saya bukan dokter. Sehingga yang akan saya sampaikan berikut bukanlah sebuah rujukan medis. Saya hanya seseorang yang berbagi pengalaman tinggal selama sebulan di kawasan pandemi Corona/Covid pada Februari lalu: Taiwan dan Singapura. Alhamdulillah saya sehat sampai hari ini -- tak memiliki gejala sakit.

Saya di Taiwan sejak 8-25 Februari. Lalu di Singapore 26 Feb - 1 Maret. Setelah itu kembali ke Jakarta. Pada 3 negara ini saya melihat perbedaan bagaimana orang merespon Corona. Hingga sekarang saya tidak cemas berlebihan pada virus ini. Tapi justru cemas bagaimana perilaku orang-orang Indonesia meresponnya.

PERTAMA
Merujuklah pada fakta, data, dan informasi yang valid. Olahlah informasi hanya dari sumber yang kredibel. Sehingga kita tahu apa yang sedang kita hadapi.

1.1. Mortality rate (rasio kematian) Corona di dunia adalah 3%.

1.2. 80% kasus kematian adalah orang berusia di atas 60 tahun, atau sebelumnya menderita penyakit yang berhubungan dengan pernapasan. Beberapa kasus berhubungan dengan tumor dan diabetes.

1.3. Penangkal Corona paling efektif saat ini adalah daya tahan tubuh kita sendiri. Makin rendah daya tahan, makin berisiko.

1.4. Virus Corona terdapat pada cairan dari mulut dan hidung penderita -- organ yang berhubungan dengan pernapasan. Virus yang ukurannya sangat kecil tersebut akan menulari orang lain ketika masuk ke hidung atau mulut yang menjadi pintu gerbang pernapasan.

1.5. Virus Corona tidak hidup di udara. Tapi ia memerlukan medium untuk menempel. Virus bisa hidup sampai dengan 2 hari pada medium tersebut.

1.6. Medium itu bisa apa saja. Tangan, uang, gagang pintu, piring, meja, kursi, alat tulis, belt pada eskalator, keranjang belanja, dll.

1.7. Medium paling berisiko adalah yang diakses secara umum. Misal seorang penderita Corona batuk dan menutup mulutnya dengan tangan. Lalu ia memegang uang kertas. Uang kertas itu ia berikan ke seorang penjual. Kita mendapatkan uang yang sama dari penjual tersebut sebagai kembalian belanja. Maka menempellah virus ke tangan kita dan tangan penjual. Lalu kita memegang hidung atau makan sesuatu langsung dengan tangan. Virus masuk ke organ pernapasan.

1.8. Karena itu menggunakan masker agar tidak terkena virus bukanlah hal yang efektif. Berapa besar rupanya kemungkinan seorang pengidap Corona batuk depan kita lalu cairannya mengenai wajah kita? Kecil. Kemungkinan besarnya adalah, dia batuk, menutup mulut, memegang sebuah benda di sekitar, lalu kita pegang juga benda itu.

1.9. Sehingga cara yang paling efektif adalah perbanyak mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan. Di Taiwan ada protokol di tempat kerja untuk membersihkan tangan dengan alkohol tiap 1 jam. Jangan menyentuh area wajah tanpa cuci tangan sebelumnya. Jangan makan tanpa alat. Hindari berpergian ke tempat umum bila tidak harus.

1.10. Jagalah tubuh tetap sehat. Jangan terlampau lelah. Imbangkan gizi. Agar imunitas kita tetap baik.

KEDUA
Kita mungkin memiliki virus Corona dalam tubuh kita. Tapi kita tidak tahu karena tak mengalami gejala. Namun kita sangat mungkin jadi carrier (pembawa).

2.1. Darimana kita tahu kita tidak mengidap virus Corona? Karena kita sehat-sehat saja? Virus ini bisa masuk ke tubuh kita dan kita sehat-sehat saja karena imunitas tubuh kita berhasil mengalahkannya dalam masa inkubasi 14 hari.

2.2. Kalau dalam 14 hari inkubasi itu imunitas tubuh kita kalah, maka timbul gejala dan kita sakit. Lalu kita ke rumah sakit dan terdeteksi Corona.

2.3. Kalau imunitas kita menang, virus hilang. Kita sehat-sehat saja dan tak punya gejala. Hampir tidak mungkin kita yang sehat-sehat saja pergi ke rumah sakit untuk tes Corona yang seharga Rp 700 ribu itu.

2.4. Tapi ketika virus masuk ke tubuh kita, maka kita resmi mengidap/terinfeksi Corona (meski kemudian sembuh sendirinya). Selama virus itu masih ada dalam tubuh kita, maka otomatis kita jadi carrier.

2.5. Penyebaran virus dari pengidap tanpa gejala inilah (yang mungkin termasuk kita) memerlukan tanggungjawab di level individu.

"Asymptomatic and mildly symptomatic transmission are a major factor in transmission for Covid-19," said Dr. William Schaffner, a professor at Vanderbilt University School of Medicine and longtime adviser to the CDC. "They're going to be the drivers of spread in the community."

KETIGA
Sampai titik ini kita tidak tahu apakah kita carrier atau bukan. Tapi kita bisa lebih bertanggungjawab.

3.1. Sebagai pengidap dan carrier, imunitas kita mungkin kuat. Tapi tidak bagi orang lain, terutama mereka yang berusia tua dan memiliki penyakit.

3.2. Sebisa mungkin hindari atau batasi pertemuan dengan orang-orang berisiko tinggi di atas. Misalnya bertemu orangtua. Kita bisa menulari mereka dan rasio kematian mereka akan tinggi.

3.3. Cuci tangan dan memelihara kesehatan adalah cara paling efektif.

3.4. Cara efektif lain adalah 'mengkarantina diri'. Membatasi pergi ke tempat publik dimana kita akan menyentuh banyak benda yang juga disentuh orang lain.

KEEMPAT
Manusia hidup di antara berbagai virus dan bakteri yang ada di sekitar. Kita tak menyadarinya. Per meter persegi ada 800 juta virus yang hidup -- terutama di udara. Kita masih bisa tetap hidup dan sehat karena imunitas tubuh kita selalu bekerja melawan mereka. Makin seseorang menjaga kesehatan tubuhnya lewat pola hidup dan pola makan, makin kuat juga imun tubuhnya. Itu sebabnya penderita HIV/AIDS bisa meninggal hanya karena flu -- karena imunitas mereka lemah.

Jadi: pelihara kesehatan diri, jangan terlalu lelah, cuci tangan tiap 1 jam, makan dengan alat makan, karantina diri dengan tidak berpergian ke tempat publik bila tidak harus, dan usahakan jangan menemui orang tua dan penderita penyakit agar mereka tidak tertular dari kita (tanpa kita sadari).

Kita bisa lebih bertanggungjawab pada orang lain dan diri sendiri. Kita mungkin tidak bisa mengontrol banyak hal di luar diri kita (benda yang jadi medium, keharusan pergi bekerja, dll). Tapi kita bisa mengontrol diri kita sendiri.

Tantangan terbesar kita: sebentar lagi LEBARAN!

*) CEO & Founder Arkademi


Sumber : https://selasar.co/read/2020/03/15/1067/anda-mungkin-mengidap-corona-tapi-tidak-tahu

Repost:Ari Yunanda



Rabu, 18 Maret 2020

Diskusi Efektif


Rabu 18 Maret 2020 pukul 17:08 WIB, sore itu dalam sebuah grup WhatsApp guru dan karyawan sekolah, seorang teman mengirimkan gambar sekolah yang sangat indah dan megah, lalu dia mengirim pesan setelah mengirimkan gambar

" sekolah kita bisa juga ya seperti ini, semoga kepala sekolah yang baru bisa mewujudkan nya",

Teman yang menjadi admin grup WA ikut komentar,

"Waaauw cika, Aamiin semoga saja cika. Sekolah mano k ka(Sekolah dimana ini Ka)? Kayak sawah lunto"

Komentar baru dari teman yang lain pun masuk

 "Aaaa iyoo (Aaaa iyaa)....tunggu e la tanggal main eeee. (Tunggu tanggal mainnya) he...he....

Selang beberapa detik pesan baru pun masuk lagi mengomentari gambar sekolah nan megah.

 "PR besar yach 🤣🤣"

Teman yang mengirimkan gambar sekolah bertingkat yang megah online lagi dan menjawab pertanyaan dimana photo sekolah itu di dapat kannya.

Cilok fhto status kwn um (dari fhoto status kawan uni)...🤭🤭🤭, Dak tau nta skolh mn (Tidak tahu entah sekolah mana).."

Komunikasi dengan WA sangat efektif. Percakapan pun berlanjut menjadi diskusi, Satu anggota grup memintai pendapat kepada teman-temannya dalam grup , dan sangat interaktif sehingga ada beberapa jawaban dari teman teman grup yang bisa di himpun.

 "Menurut pendapat Ibuk-ibuk, upaya seperti apa dan bagaimana untuk mewujudkan Sekolah megah seperti pada gambar di atas


1. Buat bertingkat sekolah nya

2.. Perlu kerjasama yg solid

3. Butuh dana, pendapat dari yg lain...🤭

5. Harus kerjasama

6. Pemimpin yang mau menerima pendapat orang lain..

7. Konsisten terhadap niat..

10. Pendapat  saya  : harus  ada  kepala  sekolah yang tangguh

12.harus ada kepsek yang keibuan

(Belajar menulis)